Banda Aceh, 10 September 2025- Hari ini, Gerakan Aceh Damai (GAD) melakukan aksi damai sebagai bentuk respon atas pernyataan Ketua DPRA yang melontarkan wacana kemerdekaan Aceh tanpa mempertimbangkan kondisi nyata masyarakat di lapangan. Massa Aksi yang berkisar 20-40 orang mahasiswa dan pemuda tersebut melakukan Aksi di simpang lima
“Kami menilai bahwa Ketua DPRA tidak seharusnya asal bicara soal merdeka. Sebelum bicara soal kemerdekaan, lebih baik fokus terlebih dahulu pada hal-hal mendasar yang masih menjadi persoalan besar di Aceh—yakni kemiskinan, pengangguran, dan belum terpenuhinya kebutuhan dasar rakyat, termasuk rumah layak huni”
Selain itu korlap aksi, Azizi Hubas menyayangkan sikap ketua DPRA yang berbicara merdeka disaat ia sendiri adalah petugas Negara Indonesia saat ini.
“Kami menilai bahwa ini rancu seorang petugas negara berbicara soal merdeka. Selain itu Ketua DPRA bisa dengan mudah bicara merdeka karena dirinya sendiri sudah merdeka secara ekonomi dan hidup berkecukupan. Tapi bagaimana dengan masyarakat yang hari ini masih kelaparan, yang hidupnya serba kekurangan, dan yang belum mendapatkan keadilan sosial?” tegas Azizi Hubas, Koordinator Lapangan dalam aksi damai ini.
Dalam pernyataannya, Gerakan Aceh Damai (GAD) tidak menolak gagasan merdeka juga tidak anti terhadap ide pisah dari Indonesia. Tapi massa aksi menginginkan agar pemerintah fokus terlebih dahulu untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Prioritaskan penyelesaian masalah korban konflik, bangun ekonomi rakyat kecil, perbaiki layanan kesehatan dan pendidikan, serta pemerintah bisa memastikan setiap keluarga punya tempat tinggal yang layak.
“Jangan menjadikan wacana kemerdekaan sebagai panggung politik untuk mencari perhatian. Jangan bermain-main dengan perasaan rakyat yang masih berjuang bertahan hidup. Rakyat Aceh tidak butuh janji-janji kosong, rakyat butuh perubahan nyata.
Merdeka tanpa kesejahteraan hanya akan membawa rakyat pada kesengsaraan yang lebih parah. Maka dari itu, kami menuntut agar Ketua DPRA dan seluruh pemangku kebijakan di Aceh fokus terlebih dahulu pada isu-isu mendasar yang menyentuh kehidupan rakyat secara langsung. ”
Selain itu Azizi juga meminta kepada Muzakir manaf selaku ketua partai Aceh (PA) agar mecopot Ketua DPRA dan di gantikan yang lebih layak.
” Kita tidak mau gara2 kecerobohan Ketua DPRA akan membuat Aceh malu di mata pihak luar”
“Aksi ini bukan bentuk penolakan terhadap aspirasi merdeka. Tapi ini adalah seruan agar kesejahteraan diwujudkan terlebih dahulu. Baru setelah itu bicara soal kemerdekaan.”
Hidup Rakyat!
Hidup Aceh!
Fokus ke Kesejahteraan, Bukan Sekadar Wacana!
Azizi Hubas
Koordinator Lapangan Aksi Damai
10 September 2025\





























