MEDAN
Sebuah aksi sederhana namun penuh makna dilakukan Lampos Hutauruk saat mengetahui ada seorang ibu yang tengah dilanda kesulitan, Senin (13/07)
Uang hasil kerjanya dikabarkan dicuri, sementara hari itu juga ia harus membayar uang sewa tempat tinggalnya.
Kabar tersebut disampaikan Lampos kepada awak media dengan penuh rasa iba.
“Ada yang emergency kali, ada ibu perlu kali kita bantu. Uangnya dicuri orang di tempat kerjanya. Hari ini dia harus bayar sewa bulanan. Biar kita tolong dulu ibu itu ya, Bang,” ujar Lampos Hutauruk dengan tulus.
Tanpa berpikir panjang, bantuan pun segera diberikan agar sang ibu tidak semakin terbebani.
Kepedulian itu menjadi secercah harapan di tengah kesulitan yang sedang dihadapinya.
Bagi Lampos Hutauruk, membantu sesama bukanlah soal besar atau kecilnya bantuan, melainkan tentang hadir saat orang lain benar-benar membutuhkan.
Ketulusan dan empati menjadi nilai yang lebih berharga daripada apa pun.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa masih banyak hati yang peduli. Di tengah berbagai persoalan hidup, uluran tangan yang datang dengan ikhlas mampu mengembalikan harapan dan menguatkan langkah mereka yang sedang berjuang.(rel)























