MEDAN –
Pemandangan yang menghangatkan hati kembali terlihat di Dapur Umum DPC GRIB Jaya Kota Medan, Jumat (31/07/2026).
Di meja makan sederhana itu, tidak ada perbedaan suku, agama, ras maupun status sosial. Semua duduk berdampingan menikmati hidangan yang sama, termasuk seorang warga Tionghoa yang ikut makan bersama masyarakat lainnya.
Suasana penuh keakraban itu menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan jauh lebih besar daripada segala perbedaan. Tukang becak, pengemudi ojek online, buruh harian, lansia, ibu rumah tangga, hingga warga keturunan Tionghoa tampak bercengkerama sambil menikmati makan siang gratis yang disediakan setiap hari oleh DPC GRIB Jaya Kota Medan.
Ketua OKK DPC GRIB Jaya Kota Medan, Dudi Efni Pasaribu, mengatakan bahwa dapur umum dibangun atas dasar kepedulian kepada sesama manusia, tanpa pernah melihat siapa yang datang, apa agamanya, dari suku mana, maupun bagaimana kondisi ekonominya.
“Di sini semua sama. Ada saudara kita dari suku Batak, Jawa, Melayu, Minang, Aceh, Tionghoa, India, Arab dan suku lainnya. Semuanya kami sambut dengan tangan terbuka. Tidak ada yang dibedakan, karena ketika lapar datang, semua manusia merasakan hal yang sama,” ujarnya.
Setiap hari, mulai pukul 12.00 hingga 15.00 WIB, kecuali hari libur nasional, ratusan warga datang ke Kantor DPC GRIB Jaya Kota Medan di Jalan Sei Serayu No. 29, depan Masjid Nur Huda, untuk menikmati makan siang gratis. Bahkan pada setiap Jumat Berkah, ratusan kotak nasi juga dibagikan kepada masyarakat di berbagai titik di Kota Medan.
Dudi tak hanya mempersilakan warga makan di tempat, tetapi juga memperbolehkan membawa pulang makanan untuk keluarga di rumah. Baginya, kebahagiaan terbesar adalah melihat masyarakat pulang dengan senyum dan perut yang kenyang.
“Kami tidak pernah bertanya apa agamanya, apa sukunya, siapa keluarganya. Yang kami lihat hanya satu, mereka adalah saudara-saudara kita yang berhak merasakan kasih sayang dan kepedulian,” katanya.
Program makan siang gratis yang telah berjalan lebih dari dua tahun itu terus berlangsung berkat dukungan penuh Pembina DPC GRIB Jaya Kota Medan, Ketua DPC, seluruh jajaran pengurus, serta para dermawan yang dengan ikhlas menyisihkan rezekinya demi membantu masyarakat.
Di akhir kegiatan, Dudi mengajak seluruh masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan.
“Tetaplah berbuat baik kepada siapa pun. Jangan pernah membedakan suku maupun agama. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan selalu menemukan jalannya untuk kembali.”
Di Dapur Umum GRIB Jaya Kota Medan, semangkuk sayur, sepotong ikan, dan sepiring nasi bukan sekadar hidangan makan siang. Semuanya menjadi simbol persaudaraan, bahwa Indonesia akan selalu kuat ketika warganya saling mengasihi tanpa memandang perbedaan. Di tempat itulah, kemanusiaan benar-benar duduk di meja yang sama.(AVID)























