detikbarat.id – Gayo Lues mulai bangkit setelah terisolasi akibat bencana yang memutus hubungan logistik ke daerah tersebut. Setelah kelangkaan BBM berlangsung berhari-hari, truk pengangkut bahan bakar akhirnya berhasil masuk pada 8 Desember 2025 melalui jalur Babahrot. Perkembangan ini langsung melegakan masyarakat dan pemerintah daerah yang selama ini bergantung pada pasokan dari luar.
Plt Sekda Gayo Lues, dr. Nevirizal M.Kes., MH.Kes, menyebut kedatangan BBM ini sebagai tahap awal pemulihan. Jumlah yang masuk memang belum banyak, namun cukup untuk menurunkan tekanan akibat kelangkaan. Ia mengapresiasi dukungan Pertamina, TNI, dan Polri yang bekerja di lapangan meski komunikasi dan akses sangat terbatas.
Kondisi tanpa sinyal membuat Pertamina kesulitan memantau situasi. Perwakilan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Rudi Hafiz, mengatakan bahwa tim baru memahami skala kerusakan setelah tiba di lokasi dan melihat langsung kerusakan jaringan internet dan akses utama pengiriman BBM.
Dari pengecekan itu ditemukan satu jalur yang masih mampu dilalui, yaitu jalur Abdiya. Meski tidak memungkinkan pengiriman dalam jumlah besar, jalur ini cukup untuk memulai kembali distribusi bagi warga. Pertamina memastikan suplai BBM dan LPG akan dilanjutkan secara bertahap.
Plt Kepala Dinas Perdagangan, Syamsul Bahri, meminta masyarakat tidak menimbun atau menjual BBM dengan harga tinggi. Ia menegaskan bahwa pasokan akan terus masuk meski tidak setiap hari, sehingga warga diminta menggunakan BBM hanya untuk kebutuhan penting.
Masuknya kembali pasokan BBM menjadi tanda bahwa pemulihan di Gayo Lues terus bergerak maju meski menghadapi banyak keterbatasan. (*)





























